Pengantar

ISU UTAMA “MBG (Makan Bergizi Gratis):
Solusi Stunting atau Masalah Baru?”


A. Kata Pengantar



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Syalom, Oom Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.

Puji syukur kehadirat Tuhan YME, karena limpahan rahmat-Nya modul elektronik (E-Modul) Berbasis SSI Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Fase F kelas XI SMA dapat terealisasi.

Modul elektronik (E-Modul) Materi Pertumbuhan dan Perkembangan disusun Berbasis SSI (Socio Saintifc Issues) dan dikemas dalam bentuk website yang dapat diakses menggunakan browser. Modul ini dirancang untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar mandiri dikarenakan sifatnya yang fleksibel dan self instructional menjadikan pembelajaran lebih mudah untuk dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Ucapan terima kasih saya haturkan kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian E-Modul ini. Saya menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan E-Modul ini. Untuk itu, kritik dan saran untuk perbaikan dan kesempurnaan elektronik modul ini sangat diperlukan. Semoga E-Modul ini dapat bermanfaat dan diterima oleh seluruh sivitas akademik, khususnya guru dan para peserta didik.

Sekian, Waassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mugo Tansah Pinaringan Rahayu Saha Dumadi.

 

Yogyakarta, Juni 2025

Penulis

B. Pendahuluan

Pertumbuhan dan perkembangan manusia merupakan salah satu topik penting dalam pembelajaranBiologi di SMA. Setiap individu mengalami proses pertumbuhan (penambahan ukuran tubuh) dan perkembangan (peningkatan fungsi organ serta kemampuan berpikir dan berperilaku) sepanjang kehidupannya. Proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal (genetik, hormon, kesehatan tubuh) maupun eksternal (lingkungan, pola hidup, dan gizi). Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan adalah kecukupan gizi. Kekurangan gizi pada masa kanak-kanak dan remaja dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan tinggi badan, penurunan daya tahan tubuh, kesulitan belajar, bahkan stunting. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi seimbang sangat penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Untuk menjawabtantangan tersebut, pemerintah Indonesia meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari 2025. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendukung pembangunan sumberdaya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Namun, pelaksanaan MBG tidak terlepas dari berbagai isu sosial-ilmiah. Beberapa di antaranya adalah efektivitas MBG dalam meningkatkan pertumbuhan siswa, risiko keracunan massal akibatpengelolaan yang kurang baik, dampak program terhadap ekonomi lokal, hingga perdebatan tentang anggaran besar negara yang dialokasikan untuk program ini.

Melalui e-modulini, siswa akan mempelajari hubungan antara gizi dengan pertumbuhan danperkembangan manusia, serta menganalisis isu-isu nyata terkait MBG. Diharapkan siswa tidak hanya memahami aspek biologis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, membuat argumen ilmiah, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab sebagai warga negara.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari e-modul ini, peserta didik diharapkan mampu:
  1. Menjelaskan konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan manusia mulai dari tahap bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa.
  2. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia, terutama peran gizi.
  3. Menganalisis keterkaitan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kesehatan, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
  4. Menggunakan data ilmiah untuk menjelaskan dampak kekurangan gizi terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kesehatan remaja.
  5. Mengevaluasi isu-isu sosial-ilmiah (SSI) terkait MBG, seperti efektivitas program, risiko kesehatan, dampak ekonomi, dan keadilan sosial.
  6. Menyusun argumen ilmiah (pro dan kontra) berdasarkan fakta biologis dan perspektif sosial mengenai MBG.
  7. Mengajukan solusi kreatif untuk meningkatkan keberhasilan MBG dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan manusia secara berkelanjutan.